Jakarta Dibekap Suhu Dingin, Fenomena Apa?

Jakarta Dibekap Suhu Dingin, Fenomena Apa?

Cuaca di Jakarta 

Udara dingin yang menyelimuti Jakarta dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Bukan hanya karena hujan yang nyaris tak henti-henti, tapi juga karena suhu udara yang terasa lebih sejuk dari biasanya, terutama saat malam hari. Yang menarik, fenomena ini terjadi bersamaan dengan banjir di sejumlah wilayah ibu kota.

Beberapa warga mengaku terkejut dengan perubahan suhu yang mendadak ini. Mereka menyebut suasana seperti berada di dataran tinggi, bukan di kota besar yang biasanya dikenal panas dan lembap.

“Biasanya panas dan lembap, tapi sejak banjir ini, setiap malam rasanya seperti di Puncak. Saya sampai pakai selimut dua lapis,” ujar Maulana (37), warga Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (8/7/2025).

Hal serupa juga dikatakan oleh Aldi (32) warga Rawa Buaya, Cengkareng. Menurutnya, saat ini rumahnya masih dilanda banjir, dan hal itu juga membuat udara menjadi dingin.

“Setelah hujan deras dan air naik, udaranya jadi beda. Dingin banget, apalagi pagi-pagi. Kayak suasana di Puncak, padahal lagi kebanjiran,” kata Aldi sambil tertawa.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan, cuaca dingin tersebut tidak disebabkan oleh fenomena Aphelion. Dia mengatakan, hawa dingin ini terjadi karena adanya udara kering dari Australia atau Monsun Australia.

“Fenomena Aphelion kan terjadi setiap tahun ya. Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur itu karena udara kering yang dari Australia itu, monsun Australia sifatnya lebih kering sehingga ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada saat bulan-bulan lainnya di mana uap air lebih banyak dari kita cenderung merasakan lebih semu,” kata Ardhasena.

Banjir Jakarta: 109 RT dan 3 Ruas Jalan Masih Terendam!

Banjir Jakarta: 109 RT dan 3 Ruas Jalan Masih Terendam!

Warga terdampak banjir dievakuasi menggunakan perahu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan banjir masih merendam sejumlah kawasan pada Senin (7/7/2025). Meski, menurut data hingga pukul 06.00 WIB, banjir berangsur surut.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 109 RT dan tiga ruas jalan,” kata Kapusdatin BPBD DKI, M. Yohan. 

Padahal, sebelumnya data pukul 03.00 WIB menyebutkan, banjir masih merendam 141 RT dan tujuh ruas Jalan. Berikut data 109 RT dan tiga ruas jalan yang terendam banjir:

Jakarta Pusat terdampak banjir 17 RT

*    Kelurahan Karet Tengsin
–    Jumlah: 17 RT
–    Ketinggian: 30 sampai dengan 40 cm
–    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut

*    Kelurahan Kedaung Kali Angke
–    Jumlah: 4 RT
–    Ketinggian: 40 cm
–    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke

*    Kelurahan Rawa Buaya
–    Jumlah: 5 RT
–    Ketinggian: 70 cm
–    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke

*    Kelurahan Kedoya Selatan
–    Jumlah: 4 RT
–    Ketinggian: 30 sampai dengan 60 cm
–    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan

50 RT di Jakarta Kebanjiran, di Cawang hingga 2,6 Meter

50 RT di Jakarta Kebanjiran, di Cawang hingga 2,6 Meter

50 RT di Jakarta Kebanjiran, di Cawang hingga 2,6 Meter

Tingginya curah hujan yang mengguyur Jakarta menyebabkan beberapa tempat terendam. BPBD Jakarta mencatat terdapat 50 Rukun Tetangga (RT) yang terendam banjir. Banjir paling parah berada di kelurahan Cawang hingga mencapai 260 cm atau 2,6 meter.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 50 RT,” kata Kepala BPBD Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan, Minggu (6/7/2025).

Dia menyampaikan, hujan yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu 5 Juli 2025 kemarin, menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa siaga 3 (Waspada). Lalu Pos Depok siaga 3 ; Pos Pantau Sunter Hulu siaga 3; Pos Pantau Pesanggrahan siaga 3 dan Pintu Air Karet Siaga 3.

Berikut data wilayah terdampak genangan sebagai berikut:

1. Jakarta Selatan terdapat 20 RT yang terdiri dari

– Kelurahan Tanjung Barat
Jumlah: 1 RT
Ketinggian: 40 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

– Kelurahan Pengadegan
Jumlah: 2 RT
Ketinggian: 115 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

-Kelurahan Rawa Jati
Jumlah: 7 RT
Ketinggian: 50 s.d 140 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

– Kelurahan Pejaten Timur
Jumlah: 4 RT
Ketinggian: 70 s.d 85 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

– Kelurahan Kebon Baru
Jumlah: 2 RT
Ketinggian: 30 s.d 60 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

Kelurahan Manggarai
Jumlah: 4 RT
Ketinggian: 55 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi & Luapan Kali Ciliwung

(Di Jakarta Timur banjir merendam 30 RT, di Halaman 2)

Breaking News! Truk Trailer Tabrak 8 Kendaraan di Semarang

Breaking News! Truk Trailer Tabrak 8 Kendaraan di Semarang, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Truk trailer tabrak delapan kendaraan di Semarang, Jawa Tengah

 Kecelakaan beruntun melibatkan truk trailer dengan delapan kendaraan terjadi di Simpang Tiga Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/7/2025). Tujuh orang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi H 9092 OF melaju kencang dari arah Semarang menuju Solo. Saat tiba di Simpang Tiga Bawen, truk tiba-tiba hilang kendali dan menabrak delapan kendaraan di depannya yang tengah tertahan di lampu merah.

Kerasnya benturan membuat bagian belakang dan depan delapan kendaraan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Diduga, truk mengalami rem blong sehingga tak mampu mengerem saat di Simpang Tiga Bawen.

“Truk mengalami gagal fungsi pengeremen, ini nanti yang akan dilakukan penyelidikan seperti apa,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang Ipda Handriani.

Selama proses evakuasi, ruas jalan di sekitar lokasi mengalami kemacetan yang cukup panjang. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut ditangani petugas Laka Lantas Polres Semarang.

Senyap! Jenderal Ahli Perang Laut Pimpin Pasukan Katak Cari Korban Kapal KMP Tunu Pratama  

Senyap! Jenderal Ahli Perang Laut Pimpin Pasukan Katak Cari Korban Kapal KMP Tunu Pratama  

Senyap! Jenderal Ahli Perang Laut Pimpin Pasukan Katak Cari Korban Kapal KMP Tunu Pratama  

Komando Armada II (Koarmada II) mengerahkan unsur-unsur laut dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR)  Kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Selasa, 2 Juli 2025. Dalam peristiwa tersebut, 6 orang meninggal dunia.

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, kekuatan yang diterjunkan meliputi KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu Pesawat Udara CN 235, dua unit Kapal Angkatan Laut (Kal), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB).

“Serta dukungan tim penyelam dan pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska),” ujar Kristomei dalam keterangannya kepada Okezone, Jumat (4/7/2025).

Operasi ini kata dia dipimpin langsung oleh Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Endra Hartono dan melibatkan kerja sama dengan instansi terkait lainnya.

“Hingga saat ini, dari total penumpang dan awak kapal, tercatat 31 orang berhasil diselamatkan, 30 orang masih dalam pencarian, dan 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,”ujarnya.

Proses evakuasi terus dilakukan secara intensif dengan prioritas keselamatan korban dan personel SAR yang bertugas. Tantangan utama dalam operasi ini adalah kondisi laut yang kurang bersahabat, namun TNI tetap berkomitmen maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

“Kehadiran TNI dalam situasi darurat tidak hanya menjadi tulang punggung pertahanan negara, tetapi juga garda terdepan dalam melindungi keselamatan jiwa masyarakat. Ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI bukan hanya kekuatan tempur, tetapi juga kekuatan sosial yang siap hadir di tengah rakyat dalam kondisi apapun,”terangnya.

Breaking News! Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan

Breaking News! Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan

Terdakwa Hasto Kristiyanto dituntut 7 tahun penjara

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 7 tahun penjara.

Jaksa menilai, Hasto terbukti melakukan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI dan perintangan penyidikan. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hasto Kristiyanto 7 tahun penjara,” kata Jaksa membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/7/2025). 

Jaksa juga menuntut majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap Hasto membayar denda sebesar Rp600 juta subsider 6  bulan penjara.

Diketahui, Hasto Kristiyanto didakwa melakukan Perintangan penyidikan kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang menyeret buronan Harun Masiku. 

Hal itu dilakukan dengan memerintahkan Harun selaku caleg PDIP pada Pemilu 2019 dan Kusnadi sebagai orang kepercayaannya untuk merendam hp.

“Terdakwa melalui Nurhasan memberikan perintah kepada Harun Masiku agar merendam telepon genggam miliknya kedalam air dan memerintahkan Harun Masiku untuk menunggu di Kantor DPP PDI Perjuangan dengan tujuan agar keberadaannya tidak bisa diketahui oleh Petugas KPK,” kata JPU membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2025).

Mahasiswi Cantik Bunuh Diri di Sungai Bengawan Solo, UNS: Pernah Jadi Pasien Rumah Sakit Jiwa!

Mahasiswi Cantik Bunuh Diri di Sungai Bengawan Solo, UNS: Pernah Jadi Pasien Rumah Sakit Jiwa!

TKP Mahasiswi Cantik Bunuh Diri di Sungai Bengawan Solo

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengungkapkan kondisi kejiwaan mahasiswi yang nekat melompat dari jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Korban bernama Devita Sari Anugraheni warga Temanggung.

Sekretaris UNS, Agus Riwanto mengatakan, Devitasari nekat mengakhiri hidupnya tidak berkaitan dengan proses pembelajaran di kampus, melainkan terkait dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi yang bersangkutan.

Hal tersebut didapati setelah UNS melakukan klarifikasi kepada pihak terkait di lingkungan UNS. Didapatkan bahwa mahasiswi dari Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS angkatan 2021 semester 8 tersebut menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025.

“Mahasiswi tersebut memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3, ujar Agus, Rabu (2/7/2025).

“Bahwa yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan dan riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa,”lanjutnya.

Kemudian, Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3 memberikan rekomendasi kepada Devitasari Anugraeni untuk ke psikiater.

Kas138 Slot Online

HUT Ke-79 Bhayangkara, Prabowo: Polisi Harus Merasakan

HUT Ke-79 Bhayangkara, Prabowo: Polisi Harus Merasakan Penderitaan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto di Hari Bhayangkara ke-79

 Presiden Prabowo Subianto meminta aparat kepolisian harus dekat dengan rakyat. Ia pun meminta jajaran Korps Bhayangkara untuk mendengar jeritan hati rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan di upacara Hari Bhayangkara ke-79 atau HUT Polri yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

Mulanya, ia meminta polisi Indonesia tidak boleh seperti polisi negara-negara yang sudah kaya dan maju.

“Polisi Indonesia harus di tengah-tengah rakyat harus merasakan penderitaan rakyat, harus merasakan kesulitan rakyat, harus mendengar jeritan hati rakyat,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Kendati demikian, Prabowo berterima kasih atas kinerja dan peran kepolisian. Ia pun meminta Korps Bhayangkara untuk terus berperan dekat dengar rakyat.

“Selama saya memimpin, saya melihat kesungguhan saudara-saudara dan untuk itu saya saya sampaikan lanjutkan, lanjutkan,” ujar Prabowo.

Heboh! Puluhan Peluru Senpi Ditemukan di Toples Kedai Es Teh

Heboh! Puluhan Peluru Senpi Ditemukan di Toples Kedai Es Teh, Ini Kronologi Lengkapnya!

Puluhan Butir Peluru Senpi Ditemukan di Toples Kedai Es Teh/ist

Sebanyak 39 peluru senjata api (senpi) aktif ditemukan di sebuah wadah toples plastik di Kedai Es Teh, di wilayah Wonodri Sendang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Penemuan puluhan butir peluru itu menghebohkan warga sekitar.

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Sucipto, membenarkan adanya penemuan puluhan butir peluru tersebut. 

Diserahkan ke kami (setelah ditemukan di TKP). Pemiliknya belum ketemu, masih penyelidikan,” kata dia saat dihubungi wartawan, Senin (30/6/2025).

Namun saat ditanyakan apakah peluru tersebut aktif, kaliber hingga untuk penggunaan senpi jenis apa, dia belum bisa memastikan

Kronologi penemuan peluru itu terjadi pada Minggu (29/6/2025) sekira pukul 23.00 WIB. Puluhan peluru itu tampak disimpan dalam wadah plastik transparan, dalam kontainer warna abu-abu.

Selain ada wadah plastik berisi peluru, terlihat juga ada belasan gelas plastik yang belum dipakai, wadah warna kuning dan teko air berbahan plastik.

Informasi yang dihimpun Okezone, peluru itu ditemukan oleh saksi berinisial FJD (24), MFRA (24) dan MFB (24), ketiganya mahasiswa. Mereka merupakan penyewa booth Es Teh Indonesia yang berada di lokasi tersebut. Sewanya Rp500ribu per bulan.

Anak Buah Kena OTT KPK, Dody: Evaluasi Seluruh Pejabat PU Tunggu Restu Prabowo

Anak Buah Kena OTT KPK, Dody: Evaluasi Seluruh Pejabat PU Tunggu Restu Prabowo

Anak Buah Kena OTT KPK, Dody: Evaluasi Seluruh Pejabat PU Tunggu Restu Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sejumlah orang ditangkap dalam operasi senyap KPK itu, salah satunya Kadis PUPR Provinsi Sumut, Topan Obaja Putra Ginting.

Merespons hal itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan pihaknya menunggu restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kalau kemudian minggu depan saya mendapat restu Presiden, saya akan mengevaluasi eselon 1,2,3 seluruhnya sampai dengan pejabat pembuat komitmen,” kata Dody, Minggu (29/6/2025).

Soal evaluasi ini, Dody mengatakan bukan bentuk sebagai ultimatum. Ia pun menegaskan, hal tersebut harus menunggu restu dari Presiden Prabowo.

“Bukan ultimatum lah, mungkin udah beberapa bulan sudah seharusnya evaluasi. Tapi kan melakukan evaluasi harus ada restu dari Presiden,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara (Sumut) Topan Obaja Putra Ginting (TOP) dan 4 tersangka lain langsung mengenakan rompi oranye tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Mereka langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek jalan di PUPR Provinsi Sumut dan di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Sumut.