
Seorang pengunjuk rasa pro-Palestina mengangkat potret pemimpin Hamas Yahya Sinwar di luar acara kampanye untuk calon presiden Demokrat dan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris di New York City, Amerika Serikat, 14 Agustus 2024. REUTERS/DAVID ‘DEE’ DELGADO
DF mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan bahwa salah satu dari tiga anggota Hamas yang terbunuh oleh tentara di Gaza adalah Yahya Sinwar. “Pada saat ini, identitas para teroris belum bisa dikonfirmasi,” kata IDF dalam sebuah pernyataan, dilansir Times of Israel.
“Pada saat ini, identitas para teroris tidak dapat dikonfirmasi,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.
Tentara mengatakan bahwa tidak ada sandera yang berada di area di mana ketiga itu terbunuh. Ada laporan bahwa Sinwar bersembunyi di antara para sandera, menggunakan mereka sebagai perisai manusia.
Pasukan IDF dan Shin Bet yang beroperasi di daerah tersebut terus beroperasi di bawah kehati-hatian yang diperlukan,” tambah tentara.
IDF mengeluarkan pernyataannya setelah rumor yang berkaitan dengan insiden tersebut mulai menyebar luas di dunia maya.
Channel 12 melaporkan bahwa pasukan melepaskan tembakan kemarin ke arah sekelompok pejuang Hamas di lantai dasar sebuah gedung. Ketika mereka kemudian memasuki gedung tersebut, mereka menyadari bahwa salah satu yang tewas “sangat mirip” dengan Sinwar.
Laporan TV tersebut mengatakan bahwa identifikasi yang pasti akan memakan waktu beberapa jam, dan bahwa jenazah yang mungkin adalah Sinwar akan dibawa untuk tes DNA.
Menurut laporan yang diterima Al Jazeera, Ada sebuah insiden di mana tentara Israel mengidentifikasi tiga orang bersenjata di Tal as-Sultan, sebuah daerah di Rafah di Jalur Gaza selatan.