Penunjukan ini menambah daftar nama tokoh perbankan nasional yang berasal dari institusi pendidikan dalam negeri.
Berikut riwayat pendidikan Riduan, Direktur Utama baru Bank Mandiri, yang telah dirangkum Okezone, Selasa (5 Agustus 2025).
Riwayat Pendidikan Riduan
Berdasarkan informasi dari laman resmi Bank Mandiri, Riduan merupakan lulusan Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk jenjang Strata 1 (S1) maupun Strata 2 (S2).
Meski tidak dijelaskan secara rinci jurusan yang diambil, latar belakang pendidikannya di salah satu universitas negeri ternama di Sumatera Selatan ini turut menjadi pondasi penting dalam membentuk kepemimpinannya di dunia perbankan.
Bantuan Insentif Guru Non-ASN 2025 Kapan Cair? Ini Jadwal dan Cara Ceknya
Bantuan insentif guru Non-ASN 2025 kapan cair? Ini jadwal dan cara ceknya. Pemerintah akan kembali mencairkan bantuan insentif untuk guru non-ASN pada tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi yang belum memiliki sertifikasi dan belum mendapat penghasilan tetap dari pemerintah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), menyatakan bahwa penyaluran insentif ini dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2025.
Terdapat 2 tahap dalam pencairan bantuan ini. Pada tahap pertama untuk periode Agustus, ditujukan untuk guru yang sudah melakukan aktivasi rekening sebelum Juli 2025. Lalu, tahap terakhir pada periode September untuk yang melakukan aktivasi setelah Juli.
Pada tahun 2025, guru formal non-ASN akan menerima insentif sebesar Rp2.100.000 per tahun yang disalurkan dalam satu kali pembayaran. Sebelumnya, jumlah bantuan mencapai Rp3.600.000 per tahun dan dibayarkan dua kali dalam setahun (per semester). Sementara itu, untuk guru PAUD nonformal, insentif yang diberikan sebesar Rp2.400.000 per tahun yang juga dibayarkan sekaligus.
Riwayat pendidikan Komjen Dedi Prasetyo, Wakapolri baru bergelar Profesor sekaligus pemegang Rekor MURI
Riwayat pendidikan Komjen Dedi Prasetyo, Wakapolri baru bergelar Profesor sekaligus pemegang Rekor MURI. Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Dedi Prasetyo, resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) pada 5 Agustus 2025.
Penunjukan ini menandai puncak karier gemilang seorang perwira tinggi yang tak hanya dikenal karena rekam jejaknya di kepolisian, tetapi juga prestasinya di dunia akademik dan kepenulisan. Dikenal sebagai sosok yang berpendidikan tinggi hingga meraih gelar profesor, Komjen Dedi Prasetyo juga tercatat sebagai pemegang rekor MURI.
Perjalanan pendidikan Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan dedikasinya yang kuat, baik di jalur kepolisian maupun akademik. Lahir pada 26 Juli 1968, Dedi memulai karier perwiranya dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada masa Orde Baru. Ia lulus pada tahun 1990, seangkatan dengan eks Ketua KPK, Firli Bahuri.
Setelah lulus dari Akabri, Dedi tak berhenti belajar. Ia melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada tahun 1999. Komjen Dedi Prasetyo berhasil meraih gelar akademis tertinggi, yaitu profesor, dan tercatat sebagai Guru Besar di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) STIK. Riwayat pendidikannya juga mencakup berbagai jenjang, termasuk gelar doktor, sarjana hukum, magister humaniora, magister ilmu kepolisian, dan magister manajemen.
Karier profesional Komjen Dedi Prasetyo di kepolisian dimulai sebagai perwira pertama (pama) di Polda Jawa Timur pada 1991. Sejak saat itu, ia meniti karier dengan menempati berbagai posisi penting, mulai dari Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satreskrim Polres Lamongan hingga Kapolsek Serpong.
Sejak 2004 hingga 2005, ia dipercaya sebagai Staf Pribadi Wakapolri, yang menandai kenaikan jabatannya ke perwira menengah. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kapolres Kediri Kota pada 2008 dan Kapolres Lumajang pada 2009. Kariernya terus menanjak hingga ditarik ke Mabes Polri pada 2014, di mana ia memegang beberapa posisi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang layanan pelanggan. MNC University, sebagai mitra akademik, turut mendukung inisiatif ini dalam upaya membekali mahasiswa dan publik luas dengan wawasan terkini seputar pelayanan berbasis teknologi dan empati.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian Serial Webinar Nasional menuju Festival Pelanggan Nasional 2025 yang akan mencapai puncaknya pada awal September 2025 di kampus MNC University, Jakarta. Puncak acara tersebut akan diramaikan dengan pemberian penghargaan bagi individu dan organisasi yang dinilai berhasil membangun budaya layanan prima berbasis pengalaman pelanggan yang mulus (seamless experience), baik melalui kanal fisik maupun digital.
Ketua Umum ASQI, Ahmad Arwani Raharjo, dalam pemaparannya menegaskan bahwa pendekatan Customer Experience 5.0 tidak lagi bersifat transaksional semata, melainkan menuntut kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI-human collaboration) untuk menghadirkan layanan yang konsisten, personal, dan menyeluruh di setiap titik interaksi.
“Kita tak lagi cukup memuaskan pelanggan. Di era 5.0, kita harus menciptakan pengalaman yang mengesankan, terintegrasi, dan relevan baik di cabang, digital, maupun media sosial,” ujarnya
Gadis kelahiran Jakarta, 13 Oktober 2013 itu berhasil meraih prestasi sebagai 5th runner up di ajang bergengsi Miss Cilik Indonesia 2025.
Orangtua Nindy, Vany Adhitia mengatakan, bahwa Nindy yang masih bersekolah di bangku SMP punya trik khusus dalam membagi waktu antara sekolah dan modeling.
Vany mengungkapkan bahwa putrinya tetap melaksanakan sekolah meski jadwalnya di dunia modeling cukup padat. Ia hanya memberikan kesempatan anaknya untuk menerima jadwal seusai sekolah.
“Sebisa mungkin Nindy menerima jadwal atau bisa tampil di acara fashion show saat pulang sekolah atau hari libur sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolahnya,” kata Vany.
MNC University Gaet Timedoor Academy Hadirkan Program Bisnis Jepang
MNC University menerima kunjungan CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga, dalam agenda penjajakan kerja sama pembukaan Program Studi Bisnis Jepang. Pertemuan berlangsung di Ruang Garuda, Lantai 9, Kampus MNC University Jakarta, Rabu (6/8), dan dihadiri langsung oleh Rektor MNC University, Dendi Pratama, serta jajaran dosen Program Studi Manajemen.
Kerja sama ini bertujuan untuk membuka kelas konsentrasi baru dalam Program Studi Manajemen MNC University yang secara khusus dirancang menyiapkan generasi muda Indonesia bekerja di Jepang atau di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Timedoor Academy akan menyiapkan kurikulum, sistem pembelajaran (LMS), dosen, serta asisten dosen yang berkompeten dalam bidang bahasa Jepang dan pembentukan karakter.
“Kami ingin memastikan, setiap lulusan dari program ini siap bekerja di Jepang, baik dari sisi kompetensi, karakter, maupun etos kerja yang dikenal sangat disiplin,” ujar Yutaka Tokunaga dalam paparannya. Ia menambahkan bahwa program ini juga akan membekali mahasiswa dengan keahlian di bidang Artificial Intelligence, bisnis, marketing, serta penguasaan bahasa Jepang setara JLPT Level N2.
Rektor MNC University, Dendi Pratama, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan program tersebut. “Insya Allah program ini akan segera kami launching. Ini adalah peluang besar bagi anak-anak muda Indonesia untuk bisa berkarier di Jepang setelah lulus,” ungkapnya.
Tanggal 18 Agustus 2025 Libur Nasional, Siswa Sekolah Libur Berapa Hari?
Tanggal 18 Agustus 2025 libur nasional, siswa sekolah libur berapa hari? Pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai libur nasional untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.
Penetapan tanggal 18 Agustus sebagai hari libur bertujuan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat dalam mengadakan berbagai aktivitas perayaan Hari Kemerdekaan.
Siswa Sekolah Libur Berapa Hari?
Berdasarkan kalender tahun 2025, peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia jatuh pada hari Minggu, 17 Agustus. Sementara itu, pemerintah menetapkan Senin, 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional.
Dengan demikian, siswa serta masyarakat yang aktivitas sekolah atau kantornya libur pada hari Sabtu berpotensi menikmati waktu libur selama 3 hari berturut-turut.
Aturan Resmi Libur 18 Agustus 2025
Meskipun pernyataan libur pada 18 Agustus telah disampaikan oleh pejabat negara, hingga saat ini belum ada regulasi resmi yang menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional.
Secara keseluruhan kuota baru bagi mahasiswa asing akan menjadi 295.000 pada 2026 atau naik 9 persen dari sebelumnya 270.000 di tahun ini. Sekitar dua pertiga jumlah mahasiswa akan dialokasikan untuk universitas dan sepertiganya untuk sektor vokasi dan pelatihan.
Berkaitan dengan terobosan ini, universitas-universitas negeri di Australia dapat mengajukan permohonan untuk meningkatkan alokasi mahasiswa internasional mereka. Mereka perlu menunjukkan adanya peningkatan hubungan dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya melalui penawaran pendidikan, kemitraan, kampus cabang, keterlibatan alumni, dan beasiswa.
“Indonesia dan Australia memiliki kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan, dan kami menantikan untuk menyambut lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia. Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami dan membantu memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier melalui keterangan tertulis, Jumat (8/8/2025).
Sebagai bagian dari pembaruan ini, universitas juga diwajibkan menyediakan akomodasi mahasiswa tambahan untuk memastikan bahwa mahasiswa domestik dan internasional memiliki akses ke tempat tinggal yang aman dan terjamin.
Australia merupakan salah satu tujuan paling populer bagi mahasiswa Indonesia, dengan rekor sebanyak 24.000 mahasiswa Indonesia belajar di negara ini pada 2025. Kebijakan baru Australia akan semakin memperkuat kerja sama dan hubungan pendidikan dengan Indonesia.
Riwayat Pendidikan Azizah Salsha, Ternyata Sempat Tercatat Sebagai Mahasiswa Hukum Trisakti
Riwayat pendidikan Azizah Salsha, ternyata sempat tercatat sebagai mahasiswa hukum Trisakti. Nama Azizah Salsha, yang dikenal sebagai istri pesepak bola Pratama Arhan, belakangan ini menjadi sorotan publik.
Di tengah sorotan ini, banyak yang penasaran dengan latar belakang sosok yang akrab disapa Zize ini, terutama riwayat pendidikannya. Tak banyak yang tahu, di balik popularitasnya sebagai selebriti media sosial dengan gaya hidup trendi, Azizah Salsha ternyata pernah tercatat sebagai mahasiswa di sebuah universitas ternama.
Pendidikan Formal Dari SMA Al Azhar BSD hingga Universitas Trisakti
Azizah Salsha atau Nurul Azizah Rosiade lahir pada 3 Maret 2003, dan merupakan putri dari seorang pengusaha sekaligus politisi berpengaruh, Andre Rosiade. Ia menempuh pendidikan menengah atas di SMA Al Azhar BSD, sebuah sekolah swasta ternama di Jabodetabek. Sekolah ini dikenal tidak hanya karena meluluskan banyak siswa pintar, tetapi juga karena banyak selebgram yang
Setelah lulus SMA, Azizah melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), nama Nurul Azizah Rosiade sempat tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Trisakti. Ia mengambil program studi Ilmu Hukum untuk jenjang sarjana (S-1) dan tercatat masuk pada tahun akademik 2021/2022.
Namun, status kemahasiswaannya saat ini tercatat nonaktif. Hingga semester 5, ia baru menyelesaikan 47 SKS dan sudah nonaktif sebagai mahasiswa selama setahun.
Sebelum namanya melambung di dunia hiburan, ibu dari tiga anak ini pernah menempuh pendidikan di salah satu institusi Islam paling terkenal di Indonesia. Fakta bahwa ia pernah menjadi santriwati di sebuah pondok pesantren modern menjadi sisi lain dari perjalanan hidupnya yang jarang diketahui.
Mengemban Ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor
Nikita Mirzani membenarkan bahwa ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor, yang berlokasi di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Pondok Pesantren Gontor dikenal luas dengan sistem pendidikan yang sangat ketat dan disiplin, serta kurikulum yang komprehensif
Kehidupan Nikita sebagai santriwati di sana berlangsung selama dua tahun enam bulan. Selama masa itu, ia dituntut untuk mematuhi aturan yang berlaku dengan teguh, serta harus belajar dan menghafal berbagai ilmu pengetahuan agama dan umum dengan intensitas yang tinggi.
Meskipun memiliki tekad untuk mendalami ilmu agama, perjalanan Nikita di Gontor tidak berlangsung hingga lulus. Nikita mengungkapkan bahwa beban belajar dan kedisiplinan yang ketat membuatnya sering sakit-sakitan, bahkan hingga menderita tifus berulang kali. Ia juga mengalami kerontokan rambut akibat tekanan tersebut. Kondisi ini membuat orang tuanya, Mawardi dan Julaelah, merasa tidak tega.
Dengan pertimbangan kesehatan dan rasa iba, ibunya akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Nikita dari pesantren. Padahal, Nikita memiliki cita-cita mulia, yaitu menjadi seorang ustazah untuk menyebarkan ilmu agama dan membantu orang lain.