
Menag: Kemajuan Teknologi Ungkap Kebenaran Ilmiah Alquran
Kementerian Agama RI menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1446 H bertajuk “Merawat Kerukunan Umat dan Membangun Cinta Damai melalui Alquran”, di Kantor Kemenag, Jakarta. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan perwakilan negara sahabat.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, Alquran tetap relevan di era kecerdasan buatan (AI). Dikatakannya, kemajuan teknologi justru semakin mengungkap kebenaran ilmiah yang terkandung dalam kitab suci umat Islam.
“Alquran tidak hanya memberi kepuasan bagi umat di masa Nabi. Saat ini, Al-Qur’an juga memberi kepuasan intelektual bagi masyarakat di era AI,” ujar Nasaruddin dikutip, Selasa (18/3/2025).
Nasaruddin mengutip temuan William Brown yang mengatakan bahwa dedaunan mengeluarkan getaran, dan getaran tersebut, ketika direkam menggunakan AI, menghasilkan pola bertuliskan “Allah”. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa seluruh alam semesta bertasbih kepada Allah sebagaimana tertuang dalam Alquran.
Dia juga mengungkapkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan, sebagaimana yang ditekankan dalam konsep ekoteologi Islam.
“Seluruh alam semesta merupakan saudara kembar manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Tidak ada benda mati, semuanya bertasbih kepada-Nya,” jelasnya.
Nasaruddin juga mengulas bahwa Alquran diturunkan untuk membimbing manusia kembali kepada fitrah keilahiannya. Ia menjelaskan bahwa Allah memiliki dua aspek, yakni The Lord yang maskulin dan perkasa, serta The God (Rabbun) yang penuh kasih dan pemeliharaan.
“Menariknya, 80 persen dari 99 Asmaul Husna bersifat feminim, seperti Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang berulang kali disebut dalam Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa Allah lebih menonjol sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang,” terangnya.
“Jika seluruh ayat Alquran diringkas menjadi satu kata, maka kata tersebut adalah cinta. Karena itu, ia menegaskan bahwa Islam seharusnya diperkenalkan dengan kelembutan dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.