
Wasit Ahmed Al-Kaf (tengah) dikawal polisi-polisi Bahrain usai laga. (Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed)
Bahrain tahan imbang Indonesia 2-2 lewat gol berbau kontroversial di akhir laga. Mari menguliknya berdasarkan Laws of the Game.
Bahrain vs Indonesia tersaji pada Kamis (10/10) malam WIB dalam matchday ketiga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C. Skor akhir 2-2.
Bahrain unggul duluan lewat free kick Marhoon di menit ke-15. Timnas Indonesia bangkit dan berbalik memimpin lewat gol Oratmangoen (45+3) dan Struick (74′).
Gol Mohamed Marhoon yang menyeimbangkan skor berbau kontroversi. Sebab, golnya itu dicatatkan pada menit ke-90+9.
Padahal, injury time di babak kedua adalah enam menit. Itu artinya, pertandingan sudah berjalan tiga menit lebih dari waktu yang ada.
Menilik Laws of the Game dari International Football Association Board (IFAB) pada ‘Law 7: The Duration of The Match’, dijelaskan soal durasi pertandingan termasuk soal Allowance for time lost. Itu bisa diartikan sebagai waktu tambahan atau injury time dari waktu-waktu yang terbuang pada setiap babak.
Delapan poin yang jadi ‘penyumbang’ waktu tambahan adalah pergantian pemain, penanganan pemain yang cedera, pemain yang membuang-buang waktu, sanksi disiplin, penghentian oleh peraturan kompetisi seperti ‘jeda minum’ (sembilan puluh detik sampai maksimal tiga menit), pemeriksaan atau peninjauan VAR, selebrasi gol, dan penyebab lainnya seperti campur tangan oleh pihak luar dari panitia pertandingan.
Ada kalimat penting, yakni ‘waktu tambahan dapat ditambah oleh wasit tetapi tidak dikurangi’. Asal itu tadi, minimal ada salah satu poin yang jadi penyebabnya.
Selain itu, wasit juga dilarang mengompensasi waktu tambahan yang bisa saja eror di babak pertama dengan dialihkan ke injury time pada babak
Injury time pada laga Bahrain vs Indonesia di babak pertama adalah tujuh menit. Di babak kedua, injury time-nya enam menit.
Di babak pertama, memang ada insiden cedera kepala yang dialami Malik Risaldi dengan Waleed Al Hayam. Itu setelah keduanya beradu kepala dalam duel udara, sampai harus mendapat perawatan medis.
Di babak kedua, tidak ada insiden berarti. Untuk urusan buang-buang waktu, para pemain Bahrain lebih banyak melakukannya itu pun lebih banyak terjadi di babak pertama saat mereka unggul.